Posts

Constant

Being a single parent, We will always have this thought. Constantly without fail... Who's going to take care of our child after us? Will he/she been taken care of, As much or better than we did? Tapi kan, Even ad co-parenting pun Benda yang sama boleh jadi... Tapi atleast kita boleh fikir berdua la kan. Hmm, The burden of thinking tu.. Jangan buat main.

To love or not to love

To love  Or not to love Dilema alam paling ajaib  Dari beribu benda boleh disayang Dari berjuta rasa sayang Yang boleh dirasa dan diberi Semua Allah kata  Tiada yang berhak selain Dia. Tapi kau tahu cara itu salah Tapi kau tetap mahu yang itu Kan dah bilang tadi Dari beribu benda kau boleh sayang Kenapa satu cara itu yang Allah kata larang Kau mahu juga pilih jalan yang itu? Kenapa? Kenapa yang itu kau cari? Orang-orang kata, biasa lah tu.. Kalau tak mana bisa jadian dong. Bisa kahwin. Lupa kau Pada namanya kuasa Tuhan? Pegang pada yang hak dan benar Setidaknya kau tak peroleh hajatmu Tapi kau ada Tuhan di sebelahmu.  Ø­َسْبُÙ†َا اللَّÙ‡ُ ÙˆَÙ†ِعْÙ…َ الْÙˆَÙƒِيلُ

Anak cerminan mak bapak

Allah. Sesungguhnya rasa berat hidup pada zaman ini. Anak-anak bukan depan mata kita sentiasa. Ke sekolah dah separuh hari. Separuh hari lagi kadang ke transit, kadang di rumah. Petangnya main dengan kawan-kawan. Banyak masa mereka dengan kawan dari dengan kita. Penat mulut bicara jangan. Penat hati menahan sabar. Takdir Allah.. kini aku menjaga seorang anak, anak kakak ku sendiri.  Umurku bukan muda remaja masa tu, 24tahun. Tapi mindaku belum cukup mampu mentafsir dan menerima. Mana itu tanggungjawab, mana apa perlu dilakukan. Semuanya berjalan senada, meniru daya didikan abah.  Mak sama-sama menjaga dia. Maka hasil didikan mak pun ikut sama menyerap. Peh. Satu hal yang payah. Cara pemikiran mak tak sama dengan cara dan pendekatan aku. Aku sudah rasa apa itu insecurity, apa itu diskriminasi, apa itu bangga diri. Berkat selalu berborak pada abah, Abah terapkan soal rendah diri bukan merendahkan diri. Abah terapkan percaya diri, bukan membongkak tinggi. Abah menghidupkan falsaf...

Blank Mind

There are moments When we went blank And shutting down. We take time, to process And to make sense. Your mind  would try to deny Your mind Would try to justify You mind Would try to make you believe This is not happening You're dreaming. Then you start to sweat Profusely Then you start to think To fight or to flight At this very moment You need an anchor To remind you Of the ground And to make you think  And act rationally. And at this very moment When you not waking up You know that this is real. It only takes thousandth of seconds But felt like minutes To process What feeling should you feel right now You cried then Thinking that it shouldn't be happening Hoping that this should be avoided Regreting that you can do nothing about it. Thankful that you have someones there,  waiting for you. To go thru all the mishap Even for a brief moment. You then follow thru All the procedures Neglecting your own guts and feeling To which action you should had been taken. Then you regr...

Kasihan

Image
Pujuk diri berulang-ulang Mana satu hati Mana satu tulang Yang kuat itu tulang Yang lembut itu hati Jiwa pada hati Sakit juga pada hati Luka pada tulang terawati Luka pada hati bawa mati Hati-hati  Dalam berbudi Budi baik dikenang mati Tersilap kata bawa ke hati Diam dan berlalu pergi Demi hati yang tak disakiti Baik kita kecil hati Dari orang sakit hati Pujuk diri berulang-ulang Ulang-ulang Kita kata pada hati "Jangan ambil hati" "Jangan peduli" Kita jaga hati kita Kita pujuk dia Dia ada dengan kita Sampai masa dia  Sampai waktu dia Pujuk hati kita Kata pada dia "Kasihan"

Kamu yang bernama rindu

Image
Menanti masa berlalu Menunggu tiba waktu Saat mata bertemu Buat hati tertumpu Pada kamu Yang namanya rindu. Menderu angin rindu Bertukar arah bayu Dari rindu membawa ke sayu Kala saat tahu Kamu yang kini kian jauh Jauh di mata Mungkin juga sudah jauh di hati. Rindu Mari dekat pada hati Yang sabar menanti Sabar menjauhi Dia yang namanya iri hati.